Home / Artikel / Yayasan Sudah Berdiri Puluhan Tahun. Tapi Apakah Masih...
Yayasan

Yayasan Sudah Berdiri Puluhan Tahun. Tapi Apakah Masih Sah di Mata Hukum?

Oleh Vania Almiranda 3 menit baca

Aktanya ada, disimpan rapi di lemari. Kegiatannya jalan terus. Tapi saat bank diminta membuka rekening, saat proposal hibah diajukan, atau saat akreditasi sekolah diproses — nama yayasan Kamu tidak ditemukan di sistem Kemenkumham.

Ini terjadi pada ribuan yayasan lama di Indonesia. Punya akta notaris bukan berarti punya status badan hukum.

Bisnis Legal mengurus penyesuaian anggaran dasar, perubahan akta, dan pemutakhiran data yayasan Kamu di AHU Kemenkumham — sampai status hukumnya bersih dan bisa dibuktikan.

Cek status yayasan Kamu — gratis

Kirim nama yayasan, kami bantu telusuri hari ini juga.

Empat tanda yayasan Kamu bermasalah

  • Kamu punya akta pendirian, tapi tidak punya SK Pengesahan Kemenkumham. Akta notaris saja belum menjadikan yayasan berbadan hukum.
  • Nama pengurus di dokumen resmi sudah tidak sesuai kenyataan. Ada yang wafat, mundur, atau pindah — tapi datanya tidak pernah diperbarui.
  • Bank menolak membuka atau mengaktifkan rekening yayasan karena data tidak cocok dengan sistem.
  • Proposal hibah atau bantuan ditolak di tahap verifikasi legalitas, tanpa penjelasan detail.

Satu tanda saja sudah cukup untuk membekukan seluruh akses pendanaan lembaga Kamu. Dan masalahnya tidak hilang dengan sendirinya — justru makin mahal diperbaiki seiring waktu, karena makin banyak perubahan yang menumpuk untuk diurus sekaligus.


Kenapa yayasan lama kehilangan status badan hukumnya

Undang-Undang Yayasan mewajibkan yayasan yang berdiri sebelum aturan itu berlaku untuk menyesuaikan anggaran dasarnya dalam tenggat tertentu, lalu memberitahukannya kepada Menteri. Yayasan yang melewatkan tahap ini kehilangan pengakuan status badan hukumnya — bahkan berisiko tidak lagi berhak menggunakan kata “Yayasan” di depan namanya.

Banyak pengurus tidak pernah tahu kewajiban ini ada. Notaris yang dulu membuat akta sudah tidak aktif, arsipnya tercecer, dan generasi pengurus berikutnya mewarisi masalah tanpa mengetahuinya.

Kabar baiknya: hampir semua kasus masih bisa dibereskan. Yang dibutuhkan hanya penelusuran arsip yang benar dan jalur pengurusan yang tepat.


Perubahan mana yang butuh persetujuan Menteri?

Tidak semua perubahan diperlakukan sama. Salah jalur berarti berkas ditolak dan biaya notaris keluar dua kali.

Butuh persetujuan

  • Perubahan nama yayasan
  • Perubahan maksud dan tujuan
  • Perubahan kegiatan yayasan

Cukup pemberitahuan

  • Pergantian pembina, pengurus, pengawas
  • Perubahan alamat kedudukan
  • Perubahan data administratif lain

Perubahan susunan organ punya tenggat pelaporan yang ketat. Terlambat memberitahukan berarti dokumen resmi Kamu ditandatangani oleh orang yang secara administratif bukan lagi pengurus sah.


Biaya

Rp 6.800.000
Besaran akhir tergantung jumlah perubahan yang menumpuk dan kelengkapan arsip lama Kamu. Semuanya dihitung dan dijelaskan di awal, sebelum Kamu memutuskan.
Tidak ada tagihan susulan di tengah proses.

Pertanyaan yang sering diajukan pengurus yayasan

Akta yayasan kami dari tahun 1990-an, apakah masih bisa diselamatkan?

Dalam banyak kasus bisa. Langkah pertama adalah menelusuri jejak yayasan di sistem AHU dan memeriksa arsip pendaftaran lamanya. Dari hasil itu baru bisa ditentukan apakah jalurnya penyesuaian anggaran dasar atau pendirian ulang.

Pendiri yayasan sudah wafat, apakah pengurusan masih mungkin?

Masih mungkin. Kewenangan berpindah sesuai ketentuan anggaran dasar dan undang-undang. Susunan organ yang baru akan kami bantu susun agar sah dan bisa didaftarkan.

Berapa lama prosesnya?

Bergantung pada kondisi arsip dan jenis perubahan yang diajukan. Setelah penelusuran awal selesai, kami memberikan estimasi waktu yang jelas — bukan perkiraan kasar.

Apakah pengurus harus datang ke Jakarta atau ke kantor Kemenkumham?

Tidak. Seluruh proses berjalan melalui sistem AHU dan notaris. TKamu tangan dapat dikuasakan kepada tim kami.


Jangan tunggu sampai hibah berikutnya ditolak lagi

Setiap tahun yang lewat menambah satu lapis perubahan yang harus diurus — dan menambah biaya perbaikannya. Yayasan yang statusnya bersih bisa langsung menerima dana; yang tidak, hanya bisa menunggu.


Baca Selanjutnya

Artikel Pilihan Lainnya

Lihat Semua →
Ingin konsultasi gratis